Dampak Frustasi Pada Anak

Hai Mama!

Frustasi yang dialami anak disebabkan perasaan tertekan pada anak, seolah-olah dirinya terancam apabila tidak segera diatasi akan menimbulkan berbagai reaksi dari anak berupa sikap – sikap yang dilancarkan oleh anak tersebut. Reaksi atas Frustasi Pada Anak bisa berupa reaksi yang tidak memuaskan dari anak dan bisa berupa reaksi yang baik atau reaksi yang memuaskan dari anak.

Reaksi yang tidak memuaskan atau reaksi negatif yang timbul dari anak yang disebabkan frustasi diantaranya sebagai berikut :

1. Agresi Atau Kemarahan Langsung

Agresi atau kemarahan yang langsung ditujukan kepada orang yang menyebabkan dirinya merasa terancam. Misalnya anak yang sangat menginginkan kue dan meminta kepada mamanya namun mamanya melarang anaknya memakan kue tersebut karena kue tersebut merupakan kue pasanan orang lain dan harus segera diantarkan. Larangan mamanya merupakan suatu pukulan bagi anak karena anak merasa mamanya tidak sayang kepadanya dan jiwa anak merasa terancam akan kehilangan kasih sayang atau perhatian mamanya sehingga anak tersebut merasa frustasi. Dampak frustasi tersebut dapat berupa agresi langsung yakni kemarahan yang ia tujukan kepada mamanya, misalnya dengan mengatakan : “mama jahat, aku benci mama”. Anak yang marah dan perasaan marahnya ia katakan atau ia akan melakukan hal-hal yang tidak disukai mamanya seperti larangan-larangan yang pernah dilontarkan mamanya akan ia lakukan misalnya mamanya selalu melarang anak-anak ribut, maka ia akan sengaja mengacau dan berteriak-teriak atau menangis sekeras-kerasnya, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini dilakukan anak untuk mencari perhatian mamanya.

2. Kemarahan Tidak Langsung

Kemarahan tak langsung akibat frustasi akan dilancarkan anak dengan cara-cara mereka sendiri. Misalnya anak akan mengganggu adiknya yang kecil, hingga mamanya marah. Ketika mamanya marah berarti ada pengalihan perhatian dari mama untuk dirinya. Anak akan membuat berbagai cara yang membuat mamanya akan memperhatikannya kembali, baik dengan merusak barang-barang, menolak keinginan mamanya dan membandel, dan lainnya.

3. Gangguan Psychosomatis

Gangguan psikologis namun dapat berdampak pada badan dinamakan psikosomatis. Frustasi pada anak terkadang akan berdampak timbulnya gangguan psikosomatis pada badan anak, misalnya anak yang keinginannya tidak terlaksana dan merasa kecewa yang dalam akan sering pingsan manakala teringat akan barang yang ia inginkan, anak akan sakit panas dan mengigaukan barang yang sangat ia inginkan dan lain-lain gangguan tubuh yang bisa terjadi karena frustasi. Anak dapat menderita gangguan psikosomatis karena kehilangan orang-orang yang mereka sayangi dan harapkan kehadirannya namun tidak pernah datang, seperti anak-anak korban pengungsi, anak panti yang kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari pengurus panti dan lainnya. Gangguan psikosomatis tidak dapat disembuhkan oleh obat-obatan tapi bisa sembuh dengan belaian kasih sayang, perhatian dan bimbingan yang diberikan ahli kejiwaan.

4. Rasionalisasi

Anak-anak yang sudah agak besar dan sudah mempunyai pengertian yang cukup rasional, akan menghadapi frustasi dengan rasionalisasi, seperti anak yang menginginkan mainan yang sangat disayangi namun tidak dibelikan oleh orang tuanya karena belum memiliki cukup uang, anak yang sudah mengerti akan berusaha menahan diri dan dirinya mengerti serta berusaha menghilangkan keinginannya. Upaya rasionalisasi merupakan upaya sementara untuk menghilangkan kekecewaan padahal hatinya masih menenginginkan, namun paling tidak ia sudah dapat sedikit lebih berkembang dan tidak melakukan perusakan dan kemarahan lainnya.

5. Regresi

Dampak suatu Frustasi Pada Anak diantaranya regresi, yang berarti kemunduran atau keterbelakangan mental. Misalnya anak kelas 6 sekolah dasar menginginkan suatu barang namun tidak dibelikan oleh orang tuanya, lalu ia marah dan merasa tertekan karena semua temannya mempunyai barang seperti itu. Lalu ia bertindak dengan menjerit-jerit, ia menangis sambil berguling-guling di lantai. Perilaku anak tersebut sebagai dampak frustasi dianamakan regresi karena ia berkelakuan layaknya anak kecil padahal ia sudah kelas 6 SD, ini merupakan suatu kemunduran mental.

Related Posts

Cara Mengatasi Anak Yang Rewel Saat Makan

Cara Mengatasi Anak Yang Rewel Saat Makan

Anak yang makannya rewel itu hal yang normal, mulai dari tidak menyukai rasanya, bentuk, warna, atau tekstur makanan tertentu. Juga normal bagi anak-anak untuk menyukai suatu makanan…

Dunia Mama

Resep Makanan Anak/Bayi Sehat

Hai Mama! Bayi usia 6 bulan sudah saatnya diberikan makanan tambahan selain ASI (MP ASI). Namun sebagian orang tua terkadang masih mengalami kesulitan bagaimana resep cara membuat…

Dunia Mama

Perilaku Bayi Yang Baru Lahir

Hai Mama! Bayi yang baru lahir, setelah persalinan biasanya diberi rangsangan untuk menghisap air susu ibu, hal ini bermanfaat untuk membantunya dapat menerima rangsangan dari lingkungan luar….

Dunia Mama

Perbedaan Perilaku Bayi Dengan Anak

Hai Mama! Bayi yang baru lahir mempunyai perilaku yang berbeda atau hampir bertolak belakang dengan anak berumur 1 tahun. Bayi yang baru lahir sampai usia beberapa minggu…

Dunia Mama

Penyebab dan Gejala Gangguan Perilaku pada Anak

Hai Mama! Semua anak-anak bisa nakal, menantang dan impulsif pada suatu waktu. Akan tetapi, pada sebagian anak memiliki kecenderungan perilaku sangat sulit dan menantang yang berada di…

Dunia Mama

Pemberian Vitamin Pada Anak Yang Susah Makan

Hai Mama! Pemberian Vitamin Pada Anak Yang Susah Makan merupakan langkah yang tepat, agar anak tidak kekurangan vitamin di masa pertumbuhannya. Hal ini karena banyak orang tua…

Leave a Reply

Your email address will not be published.